Pola Asuh Toxic Parents dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Dampaknya pada Karakter Anak
DOI:
https://doi.org/10.1234/alilm.v7i1.147Keywords:
Toxic Parents, Pendidikan Islam, Karakter Anak, Pola Asuh, Amanah.Abstract
Keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, di mana orang tua memegang peran sentral dalam pembentukan karakter. Namun, fenomena toxic parents (orang tua beracun) kian marak dibicarakan, merujuk pada pola asuh yang mengutamakan kontrol berlebih, manipulasi emosional, dan kekerasan verbal maupun fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep toxic parenting ditinjau dari perspektif Pendidikan Islam serta dampaknya terhadap pembentukan karakter anak. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh toxic bertentangan dengan prinsip dasar pendidikan Islam yang menekankan pada kasih sayang (rahmah), keteladanan (uswah hasanah), dan pemenuhan hak anak sebagai amanah Allah. Dalam Islam, otoritas orang tua tidak bersifat mutlak untuk menyakiti, melainkan terikat kewajiban mendidik. Dampak toxic parenting pada karakter anak meliputi: rapuhnya konsep diri, timbulnya sifat pemberontak (uquq), kecemasan berlebih, hingga hilangnya adab. Artikel ini menyimpulkan bahwa Islam menawarkan solusi melalui konsep Prophetic Parenting untuk memutus mata rantai pola asuh beracun.
